Menjadi seorang Wartawan Siswa di Harian Umum Solopos adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi diriku terlebih kedua orang tuaku dan orang orang terdekat ku. Sebenarnya aku hanya iseng-iseng saja untuk mendaftar menjadi Wasis Solopos tapi gak nyangka aku bisa juga jadi Wartawan Siswa. Motivasi yang aku tanamkan pada diriku sejak mendaftar adalah Sambil menyelam minum air, Sambil belajar juga kerja. Jadi selain bersekolah aku juga magang kerja di Solopos ya jadi Wasis ini. Itung-itung tambah pengalaman. Nah, sobat kali ini aku akan sharing pengalaman selama aku menjadi Wartawan Siswa Solopos Angkatan XII. Waktu ikut perekrutan Wartawan Siswa Solopos aku jadi satu-satunya peserta dari Boyolali Sobat.
Hidup ini misterius tak ada yang akan tahu bagaimana akhirnya dan segala apapun yang terjadi nantinya. Hidup ini tak akan mampu diubah jika pemiliknya tak mau bergerak. Hidup ini bagaikan permainan monopoli semakin dituruti semakin tak dimengerti. Nadiva tengah terpaku pada laptop pinkynya dikamar. Dengan diselimuti aroma petrichor – bau tanah basah setelah hujan – yang khas ditambah gemercik air hujan yang masih tersisa dan dinginnya malam. Ya, sebagai seorang pecinta novel Nadiva selalu menghabiskan hari harinya di depan laptop. Bukan karena dia terobsesi menjadi seorang novelis tapi ini dia lakukan semata mata untuk melepaskan penatnya. Bayangkan saja dia tak boleh keluar rumah kecuali hanya sekolah bahkan jika ia berani melanggar peraturan orang tuanya tak segan ia akan menjalani home schooling. Sebagai anak tunggal yang baru saja duduk dibangku kelas 2 SMA, Nadiva mungkin sudah mengerti mana yang harus ia lakukan dan mana yang tidak.