Langsung ke konten utama

Wonderfull WASIS XII



Menjadi seorang Wartawan Siswa di Harian Umum Solopos adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi diriku terlebih kedua orang tuaku dan orang orang terdekat ku. Sebenarnya aku hanya iseng-iseng saja untuk mendaftar menjadi Wasis Solopos tapi gak nyangka aku bisa juga jadi Wartawan Siswa. Motivasi yang aku tanamkan pada diriku sejak mendaftar adalah Sambil menyelam minum air, Sambil belajar juga kerja. Jadi selain bersekolah aku juga magang kerja di Solopos ya jadi Wasis ini. Itung-itung tambah pengalaman. Nah, sobat kali ini aku akan sharing pengalaman selama aku menjadi Wartawan Siswa Solopos Angkatan XII. Waktu ikut perekrutan Wartawan Siswa Solopos aku jadi satu-satunya peserta dari Boyolali Sobat.
Enaknya jadi Wasis itu semuanya free, mulai dari pendaftaran, kaos almamater, makan dan minum, nonton konser, ketemu artis dan foto-foto, langganan koran, tapi eeiittss tunggu dulu kami magang kerja di solopos dikasih uang jajan kok sobat jadi kerja kita gak free. Oh iya selama kita magag kerja di Solopos itu kita dikontrak kerja selama 6 bulan atau satu semester tapi kadang bisa juga ada perpanjangan kontrak, kita kerja harus patuh sama deadline yatu setiap Rabu per edisi. Sebagai wasis kerjaan kita gak cuma nulis berita aja, sebulan sekali minimal 3 orang Wasis wajib ikut acara Meet and Great atau bahasa kerennya Road Show yang diadakan di sekolah-sekolah yang sudah diagendakan yakni setiap Hari Sabtu. Enak kan jadi wasis gak usah pusing-pusing ikut kegiatan pembelajaran di sekolah.
Habis Meet and Great pasti makan gratis, nah lho tambah enak lagi. Aku pernah diomelin Mbak Astrid [penanggungjawab wartawan siswa] karena ngirim beritanya ngelebihin deadline. Aku juga pernah salah nulis berita sobat, mungkin sebagian dari kalian tahu kesalahanku ? Ya, saat itu ada di edisi Minggu (13/10) tepatnya kolom Aksimu. Waktu itu aku pernah dikritik sama Santi Wartawan Siswa Angkatan XI, karna kurang teliti dalam nulis berita. Tapi kritikan dari Santi bersifat membangun jadi aku bisa ngerti kesalahanku ada dimana. Artikelku juga pernah gak dimuat padahal aku udah nepatin deadline, tapi gak papa tenang aja honorku gak dipotong kok.
Selain itu kalau aku kebagian jatah Intermezzo, kadang aku wawancaranya kerumah narasumbernya, kalau di rumah narasumber itu minimal dikasih teh tapi gak enaknya ya setelah wawancara malah ditanya tanya. Jadi ngulur-ngulu waktu, yang ditanyaain itu biasanya syarat jadi wasis itu apa ?, gimana kok bisa jadi wasis ?, masa kontraknya berapa bulan ?, udah berapa bulan kerja di wasis?, dapat uang jajan gak ?. Kira-kira ya pertanyaannya seperti itu. Kadang aku juga sebel sama narasumber entah Hael atau Bintang soalnya mereka itu kalau udah diwawancara gak mau di foto. Rata-rata bilangnya gini “ Gak usah pakai foto aja ” sambil senyum-senyum gitu. Gimana tertarik jadi Wartawan Siswa ? Ikutan seleksi tahun depan ya.

Komentar